Vaksin Corona telah Ditemukan?

Amerika, Virus Corona atau 2019-nCov hingga kini masih menjadi misteri dari mana virus ini muncul. Beberapa waktu lalu menemukan fakta terbaru virus ini identik dengan virus yang berasal dari trenggiling. Dari manapun asalnya yang terpenting kini adalah bagaimana cara menanggulangi virus yang semakin hari memakan korban jiwa. Terhitung sudah lebih dari 1.000 korban meninggal di seluruh benua asia. Angka ini menjadi angka kematian tertinggi yang disebabkan oleh virus.

Ketakutan akan virus ini diperparah dengan komentar dari Dr. Tom Freden Mantan Direktur Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS, "Upaya luar biasa yang dilakukan China untuk menghentikan penyebaran virus tidak berhasil. Itu hanya memperlambat penyebarannya saja karena daya tahan tubuh manusia dapat ditumpulkan, dan hanya pertolongan Tuhan yang bisa hentikan virus ini" ujarnya di CNN.

Namun, perlahan terungkap AS dan China Kantongi Obat Virus Corona yang tertuang pada New England Journal of Medicine (NEJM) pada 31 Januari 2020 lalu mengatakan, bahwa pasien pertama yang didiagnosis Corona Wuhan” di Amerika Serikat terlihat membaik dan tidak memperlihatkan adanya efek samping setelah diberikan “Remdesivir” , yakni sejenis obat percobaan virus Ebola dari perusahaan farmasi Gilead Science.

Obat ini dikembangkan oleh Gilead Sciences yang berbasis di Amerika Serikat, ditujukan untuk penyakit menular seperti Ebola dan SARS. Dan AS memberikan obat tersebut secara cuma-cuma kepada pemerintah China untuk membantu mengobati Corona di China.

Namun tak lama kemudia, pada 4 Februari 2020, Institut Virologi Wuhan dari Akademi Ilmu Pengetahuan China mengumumkan sebuah hasil penelitian, menyatakan bahwa para ilmuwan China telah membuat kemajuan penting dalam persiapan obat anti-radang paru-paru atau pneumonia Wuhan dan telah mengajukan paten.

Institut terkait telah mengajukan paten obat anti virus Corona baru atau 2019 novel coronavirus pada 21 Januari 2020, dan akan menjangkau negara-negara di dunia melalui Patent Cooperation Treaty – PCT (Perjanjian Kerjasama Paten).

Para Ilmuan penelitian mengatakan yang diklaim Institut Virololgi Wuhan adalah paten yang dikembangi institute virologi Wuhan dari perusahaan farmasi Amerika, Gilead Science.

Berikut ini kami tampilkan kembali training online tentang virus corona dari WHO.

 


Posted On 11 Februari 2020 at 21:30:18


Shared With : Shortlink





Another News
Pasien Covid19 Indonesia Meningkat Menjadi 2.273 Pasien

Jakarta, Minggu (5/4) Achmad Yurianto menjelaskan memakai masker, jangan menyentuh wajah bila..

Banyumas Mewajibkan Memakai Masker

Bupati Banyumas Achmad Husein telah mengeluarkan Surat Keputusan (SK) Nomor 440/212/Tahun 2020..

Apakah, Kapan, dan Bagaimana Pandemi Coronavirus Berakhir?

Kasus Covid-19 yang dikonfirmasi secara global melebihi 1 juta dan lebih banyak negara yang..

Wakil Jaksa Agung Arminsyah Tewas

Wakil Jaksa Agung Arminsyah dilaporkan tewas akibat mobil yang dikendarai terbakar dalam kecelakaan..

China, Positif Covid19 Bertambah 19 Pasien

Negeri tirau bambu ini setelah beberapa hari tidak mengumumkan temuan kasus Covid19 baru. Telah..

Most Popular Articles
Article
Cara Memperbaiki Foot Step

Foot Step atau pijakan kaki menjadi komponen penting pada motor. Bagian ini sangat menentukaan..

Article
Bahaya Lalat

Lalat, bagi sebagian besar orang hewan ini dianggap sangat menjijikan karna habitat hidupnya. Lalat..