Macam-Macam Maksiat Anggota Tubuh Manusia

ISLAM, Dosa karna perbuatan maksiat ada begitu banyak jenis atau macamnya. Tanpa kita sadari tubuh kita pun setiap bagiannya ternyata melakukan maksiat. Syeikh Abdullah bin Husain Ba‟alawi menuturkan pendidikan akhlak-tasawuf tanpa didahului dengan teori tentang akhlak-tasawuf. Beliau secara langsung menyebutkan berbagai contoh perilaku akhlak-tasawuf. Pendidikan akhlak-tasawuf dalam Sullam Taufiq dibagi menjadi sebelas bab oleh Syeikh Abdullah bin Husain Ba‟alawi. Dari ketiga belas bab Syaikh Abdullah bin Husain Ba‟alawi menyebutkan 193 (seratus sembilan puluh tiga) contoh akhlak-tasawuf yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari.

Berikut ini kami tuturkan beberapa maksiat dari tidak adanya akhlak.

Maksiat Hati

a. Riya‟ dengan amal.
b. Meragukan wujudnya Allah.
c. Merasa aman dari azabnya Allah.
d. Merasa putus asa dari rahmat Allah.
e. Sombong atas hamba-hamba Allah.
f. Dendam.
g. Hasut.
h. Mengungkit-ungkit sedekah.
i. Terus-menerus melakukan dosa.
j. Berprasangka buruk kepada Allah dan hamba-hamba-Nya.
k. Membohongkan takdir Allah.
l. Bergembira dengan kemaksiatan yang dilakukannya atau dilakukan orang lain.
m. Menghianati janji, meskipun dengan orang kafir.
n. Melakukan tipu daya
o. Membenci sahabat Nabi, keluarga Nabi atau kaum sholihin.
p. Kikir atas sesuatu yang diwajibkan Allah.
q. Rakus
r. Menghina sesuatu yang diagungkan Allah.
s. Meremehkan sesuatu yang diagungkan Allah, yakni ketaatan, kemaksiatan, Al-Qur‟an, ilmu, surga atau neraka.

 

Maksiat Perut

a. Memakan riba.
b. Memakan pungutan liar.
c. Memakan harta ghosob.
d. Memakan harta curian.
e. Memakan harta yang dihasilkan dari muamalah yang diharamkan syara‟.
f. Meminum arak.
g. Memakan sesuatu yang memabukkan.
h. Memakan segala sesuatu yang najis.
i. Memakan sesuatu yang menjijikkan.
j. Memakan harta anak yatim.
k. Memakan harta wakaf yang menyalahi ketentuan yang disyaratkan oleh orang yang wakaf.
l. Memakan harta yang diberikan pemiliknya karena merasa malu.

 

Maksiat Mata

a. Memandang kepada wanita-wanita lain.
b. Melihat aurat.
c. Diharamkan bagi wanita membuka bagian tubuhnya.
d. Diharamkan bagi lelaki dan wanita membuka bagian tubuh antara pusar dan lutut di hadapan orang yang melihat aurat tersebut, meskipun sejenisnya dan ada hubungan mahrom, selain dengan orang yang halal.
e. Diharamkan bagi lelaki dan wanita membuka qubul dan duburnya manakala sendirian dengan tanpa ada hajat, kecuali di hadapan orang yang halal baginya.
f. Diharamkan memandang orang Islam dengan pandangan meremehkan.
g. Diharamkan melihat ke dalam rumah orang lain dengan tanpa seizin pemiliknya atau melihat sesuatu yang disembunyikan dengan tanpa seizin pemiliknya.
h. Menyaksikan kemungkaran sementara itu ia tidak mengingkari.

Maksiat Lisan

a. Ghibah (Menggunjing).
b. Menghasut
c. Mengadu tanpa perantara ucapan
d. Dusta, yaitu berbicara dengan menyalahi kenyataan.
e. Mengadu domba.
f. Sumpah palsu.
g. Ucapan-ucapan qadzaf (tuduhan).
h. Mencela para sahabat Nabi SAW.
i. Saksi palsu.
j. Tidak memenuhi janji, ketika seseorang berjanji kepada orang lain, ia berniat menyembunyikan untuk tidak memenuhinya.
k. Penundaan pembayaran hutang oleh orang yang sudah mampu.
l. Mencela, mencacat dan melaknat.
m. Menghina orang Islam.
n. Berdusta atas nama Allah dan Rasul-Nya.
o. Tuduhan bohong.
p. Menjatuhkan talak bid‟iy (menceraikan istrinya yang sudah disetubuhi ketika sedang haid atau nifas).
q. Zhihar (suami menyerupakan istrinya seperti ibunya atau saudara perempuan suaminya).
r. Keliru di dalam membaca Al-Qur‟an, meskipun tidak sampai merubah arti.
s. Orang kaya yang meminta harta atau pekerjaan.
t. Nadzar dengan tujuan mencegah ahli waris dan meninggalkan wasiat utang atau suatu benda yang tidak diketahui oleh orang lain.
u. Membuat nasab (keturunan) bukan pada ayah atau orang yang memerdekakannya.
v. Melamar gadis yang sedang dilamar saudaranya yang muslim.
w. Berfatwa tanpa ilmu.
x. Meratapi dan menangisi dengan menjerit-jerit yang berlebihan pada seorang mayit.
y. Setiap ucapan yang mendorong pada keharaman atau memutuskan dari kewajiban.
z. Setiap pembicaraan yang mencela agama atau salah seorang dari para Nabi, ulama, ilmu, syariat, Al-Qur‟an atau sesuatu dari beberapa syiar Allah.
aa. Meniup seruling.
bb. Diam dari memerintahkan melakukan kebaikan dan mencegah kemungkaran tanpa adanya udzur.
cc. Menyembunyikan ilmu yang wajib padahal ada yang belajar.
dd. Tertawa karena keluar kentut atau terhadap seorang muslim karena meremehkannya.
ee. Menyembunyikan kesaksian dan melupakan Al-Qur‟an.
ff. Tidak menjawab salam yang wajib.
gg. Melakukan ciuman yang menggerakkan syahwat bagi orang yang sedang ihram haji atau umrah, orang yang berpuasa fardhu, atau bagi orang yang haram melakukan ciuman tersebut.

Maksiat Telinga

a. Mendengarkan pembicaraan suatu kaum yang dirahasiakan dari pendengarannya.
b. Mendengarkan seruling dan suara-suara yang diharamkan.
c. Mendengarkan gunjingan, adu domba, dan semua perkataan yang haram. Lain halnya jika mendengarkannya secara tidak sengaja, lalu membencinya dan wajib mengingkari apabila mampu.

 

Maksiat Tangan

a. Mengurangi takaran, timbangan dan ukuran panjang.
b. Mencuri.
c. Merampok.
d. Ghasab.
e. Mengambil pungutan liar dana mengambil dengan cara haram.
f. Membunuh.
g. Memukul tanpa hak.
h. Mengambil atau menerima suap.
i. Membakar hewan, kecuali jika hewan tersebut mengganggu dan hanya dengan cara itu (membakar) untuk menolaknya.
j. Menyiksa hewan.
k. Bermain dadu (tarad) dan thob (sejenis alat pemukul untuk berjudi), dan setiap sesuatu yang mengandung perjudian.
l. Memainkan alat-alat musik yang diharamkan, seperti thanbur, rebab, seruling, dan senar yang digunakan sebagai alat musik.
m. Menyentuh wanita yang bukan mahramnya dengan sengaja tanpa penghalang atau dengan adanya penghalang namun dengan syahwat walaupun sejenis atau ada hubungan mahram.
n. Menggambar hewan.
o. Mencegah (tidak menunaikan) zakat.
p. Menghalangi pekerjaan untuk memperoleh upah.
q. Menahan harta yang sangat dibutuhkan orang lain untuk menutupi kebutuhannya atau tidak menyelamatkan orang yang tenggelam, padahal tidak ada udzur untuk melaksanakan dua hal tersebut.
r. Menulis sesuatu yang haram diucapkan.
s. Berkhianat

Maksiat Kemaluan

a. Zina dan liwath (homoseks).
b. Menyetubuhi hewan meskipun miliknya.
c. Onani dengan tidak menggunakan tangan istrinya.
d. Bersetubuh pada masa haid atau nifas atau setelah berhenti haid dan nifas tetapi sebelum mandi (bersuci).
e. Membuka aurat di hadapan orang yang haram melihatnya atau tatkala sendirian tanpa adanya tujuan.
f. Menghadap atau membelakangi kiblat ketika buang air kecil atau buang air besar tanpa adanya penghalang (tutup).
g. Buang air besar di pemakaman (kuburan), buang air kecil di dalam masjid walaupun pada wadah dan haram buang air kecil pada tempat yang diagungkan.
h. Meninggalkan khitan sampai pada masa baligh.

Maksiat Kaki

a. Berjalan pada kemaksiatan.
b. Pelarian diri seorang budak (dari tuannya), istri (dari suaminya) dan orang yang mempunyai kewajiban hak berupa qishash, utang, nafkah, berbakti kepada kedua orang tua dan mengasuh anak-anak kecil.
c. Congkak ketika berjalan.
d. Melewati pundak (leher) seseorang, kecuali karena tempat kosong.
e. Lewat di depan orang yang sedang shalat, jika syarat-syarat batas tempat shalat telah terpenuhi.
f. Memanjangkan (menyelonjorkan) kaki ke arah mushhaf (Al-Qur‟an), ketika tidak berada pada tempat yang tinggi.
g. Setiap berjalan pada sesuatu yang diharamkan atau meninggalkan suatu kewajiban.

Maksiat Badan

a. Mendurhakai kedua orang tua.
b. Melarikan diri dari peperangan.
c. Memutus tali silaturrahmi (persaudaraan)
d. Menyakiti tetangga.
e. Mewarnai rambut dengan warna hitam.
f. Laki-laki menyerupai perempuan dan sebaliknya.
g. Merendahkan pakaian bagian bawah sampai menyentuh tanah karena sombong. Memakai pacar pada kedua tangan dan kaki oleh laki-laki tanpa adanya keperluan.
h. Memutus mengerjakan ibadah fardhu tanpa udzur, dan memutus mengerjakan kesunnahan ibadah haji dan umrah.
i. Menceritakan seorang mukmin untuk tujuan menghina dan meneliti beberapa kejelekan (cacat) manusia.
j. Membuat tahi lalat (tiruan pada tubuh atau bertato).
k. Mendiamkan (tidak menghiraukan) pada seorang muslim lebih dari tiga hari kecuali karena ada udzur syar‟i.
l. Menemani duduk bersama orang yang melakukan bid‟ah atau orang fasik, karena menyenangkan mereka.
m. Memakai emas, perak, sutra atau pakaian yang timbangan berat sutranya lebih banyak daripada yang lainnya bagi seorang laki-laki yang sudah baligh, kecuali cincin dari perak.
n. Menyepi dengan wanita lain (yang bukan mahramnya), dan seorang wanita yang bepergian tanpa disertai mahramnya.
o. Mempekerjakan seorang yang merdeka secara paksa.
p. Menghina para ulama, imam (kepala pemerintahan) yang adil dan orang muslim yang lanjut usia.
q. Memusuhi kekasih Allah (wali Allah).
r. Menolong untuk melakukan kemaksiatan dan melariskan barang palsu.
s. Memakai dan membawa wadah dari emas dan perak.
t. Meninggalkan ibadah fardhu atau mengerjakan fardhu, namun meninggalkan rukunnya atau syaratnya atau dengan perkara yang membatalkan fardhu.
u. Tidak mengerjakan shalat Jum‟at, padahal shalat tersebut wajib bagi seseorang, walaupun telah mengerjakan shalat dzuhur.
v. Ahli suatu daerah (desa) meninggalkan jama‟ah pada shalat-shalat fardhu.
w. Mengakhirkan (terlambat) mengerjakan fadhu dari waktunya dengan tanpa adanya udzur.
x. Melempar binatang buruan dengan sesuatu yang berat, yang bisa mempercepat keluar nyawanya, dan membuat hewan sebagai sasaran.
y. Tidak berdiam di rumah bagi wanita yang beriddah tanpa adanya udzur, dan tidak adanya ihdad (menunjukkan duka dengan tidak bersolek) atas kematian suaminya.
z. Menajisi masjid dan mengokotorinya walaupun dengan sesuatu yang suci.
aa. Menganggap mudah pada pelaksanaan haji setelah mampu sampai datang kematiannya.
bb. Berhutang bagi orang yang tidak bisa diharapkan melunasinya secara zhahir, sedangkan orang yang memberikan hutang tidak mengetahui hal tersebut.
cc. Tidak memberi kesempatan kepada orang yang belum mampu membayar hutang.
dd. Menyerahkan harta untuk kemaksiatan.
ee. Menghina mushhaf (Al-Qur‟an) dan setiap ilmu syariat.
ff. Membolehkan anak kecil yang belum tamyiz memegang Al-Qur‟an.
gg. Mengubah batas-batas tanah.
hh. Mempergunakan jalan raya untuk keperluan yang tidak diperbolehkan oleh syara‟.
ii. Mempergunakan barang pinjaman tidak sesuai dengan izin yang diberikan atau melebihi waktu yang diizinkan atau dipinjamkan lagi kepada orang lain.
jj. Menghalangi dari mempergunakan fasilitas umum.
kk. Menggunakan barang temuan sebelum diumumkan sesuai dengan syarat-syarat.
ll. Duduk dengan menyaksikan kemungkaran ketika seseorang tidak ada udzur.
mm. Menyerobot masuk dalam pesta-pesta, yaitu masuk tanpa adanya izin atau orang-orang memasukkannya karena sungkan.
nn. Seseorang dimuliakan karena ditakuti kejahatannya.
oo. Tidak sama (tidak adil) di antara beberapa istri.
pp. Wanita yang keluar dengan memakai wangi-wangian atau berhias, walaupun menutupi aurat dan dengan seizin suaminya, jika wanita tersebut melewati orang-orang laki-laki lain (bukan mahramnya).
qq. Mengerjakan sihir.
rr. Tidak mentaati imam (kepala negara).
ss. Mengurusi (harta) anak yatim, masjid, atau menerima jabatan sebagai hakim atau jabatan-jabatan lainnya, padahal mengetahui tidak akan mampu melaksanakan tugas tersebut.
tt. Melindungi orang zalim dan menghalangi orang yang hendak mengambil haknya dari orang zalim tersebut.
uu. Membuat takut pada orang-orang muslim.
vv. Merampok.
ww. Tidak menepati nadzar.
xx. Berpuasa tanpa berbuka (wishol).
yy. Mengambil tempat duduk orang lain, atau berdesakan dengan orang lain yang menyekitkan atau mengambil giliran orang lain (tidak disiplin antri).

 

 

Sumber : Skripsi Muhammad Imam Hanif dari IAIN Salatiga berjudul "PENDIDIKAN AKHLAK TASAWUF MENURUT SYAIKH ABDULLAH BIN HUSAIN BA’ALAWI (TELAAH KITAB SULLAM TAUFIQ)"


Posted On 04 Desember 2019 at 12:22:57





Another News
Remaja SMPN Siompu Tertusuk Ikan Sori

Sulawesi Selatan, Remaja SMP di kabupaten buton, sulawesi selatan tertusuk ikan Sori yang lari..

Sungai di Desa Sumput, Sidoarjo Mengeluarkan Busa dan Bau

Jakarta, BNPB pusat melalui akun resminya @BNPB_Indonesia mengeluarkan kabar terkini dari keluarnya..

Montir Lulusan SD Berhasil Membuat Pesawat Terbang

Sulawesi Selatan, Pria Lulusan SD yang berprofesi sebagai montir telah menghebohkan jagad creator..

Varian Ransomware Baru Kembali Menyerang File Berubah Menjadi GESD

Jakarta, Beberapa jam yang lalu kami mengalami kecolongan terkontaminasi virus ransomware varian..

Terjadi Ledakan di Monumen Nasional (Monas) DKI Jakarta

Jakarta, pukul 07.20 telah terjadi ledakan di Monumen Nasional (Monas). Informasi awal Ledakan..

Most Popular Articles
Article
Cara Memperbaiki Foot Step

Foot Step atau pijakan kaki menjadi komponen penting pada motor. Bagian ini sangat menentukaan..

Article
Bahaya Lalat

Lalat, bagi sebagian besar orang hewan ini dianggap sangat menjijikan karna habitat hidupnya. Lalat..